Pemkot Yogyakarta Gelontorkan Beasiswa “Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana”
Apa Kabar Magelang — Pemkot Yogyakarta Gelontorkan Beasiswa meluncurkan program beasiswa inovatif bertajuk “Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana”, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memberikan kesempatan pendidikan tinggi kepada keluarga miskin di Kota Yogyakarta. Melalui program ini, Pemkot Yogyakarta akan memberikan beasiswa penuh kepada satu anggota keluarga dari keluarga miskin untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Beasiswa tersebut mencakup biaya kuliah, buku, hingga kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Program ini tidak hanya terbatas pada siswa yang baru lulus SMA, tetapi juga terbuka bagi mereka yang sudah memiliki latar belakang keluarga kurang mampu namun belum dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Tujuan dan Harapan Program
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk membuka peluang pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. |
“Pendidikan adalah kunci utama untuk keluar dari jerat kemiskinan. Melalui program ini, kami berharap dapat menciptakan peluang yang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan menjadi agen perubahan di masa depan. Program ini juga bertujuan untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan yang ada di masyarakat,” kata Haryadi Suyuti saat meluncurkan program tersebut di Balai Kota Yogyakarta.
Program “Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana” juga bertujuan untuk memperkuat basis SDM (Sumber Daya Manusia) di Yogyakarta, yang terkenal sebagai pusat pendidikan di Indonesia. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan di kalangan warga miskin, Pemkot berharap dapat menambah jumlah lulusan perguruan tinggi yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia kerja.
Baca Juga: Lampaui Target Kemenkes Wali Kota Solo Bidik 60 Persen Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis 2026
Mekanisme Pendaftaran dan Seleksi
Pendaftaran beasiswa ini terbuka bagi keluarga dengan penghasilan rendah, yang tercatat sebagai warga Yogyakarta dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Seleksi akan dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari verifikasi data keluarga, wawancara, hingga penilaian berdasarkan prestasi akademik dan motivasi calon penerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Pemkot Yogyakarta bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta, baik negeri maupun swasta, untuk memastikan penerima beasiswa dapat melanjutkan studi di berbagai jurusan yang mereka pilih.
Kami akan seleksi dengan hati-hati agar yang terpilih benar-benar memiliki niat dan potensi untuk sukses,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Rudi Hartono, yang turut mendampingi peluncuran program.
Pemkot Yogyakarta Gelontorkan Dampak Positif untuk Masyarakat Yogyakarta
Banyak pihak menyambut positif peluncuran program ini, termasuk masyarakat dan kalangan akademisi. Para orang tua yang memiliki anak berpotensi tetapi terkendala biaya kuliah merasa terbantu dengan adanya beasiswa ini. Sebagai kota dengan banyak perguruan tinggi ternama, Yogyakarta menjadi tempat impian banyak siswa untuk melanjutkan pendidikan, namun tidak semua keluarga mampu membiayai pendidikan tinggi.
“Ini adalah langkah luar biasa dari Pemkot. Kami sebagai orang tua selalu ingin anak-anak kami bisa kuliah, namun biaya sering menjadi penghalang. Dengan adanya program ini, harapan kami bisa tercapai. Semoga anak saya bisa menjadi bagian dari program ini dan melanjutkan pendidikannya,” ujar Siti Nuraeni, salah seorang warga Yogyakarta yang memiliki anak lulus SMA dan berkeinginan untuk kuliah.
Lebih dari itu, program ini juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antara kelompok kaya dan miskin. Dengan memberikan kesempatan yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, Pemkot Yogyakarta ingin memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan berkualitas, yang menjadi hak setiap warga negara.
Penyediaan Dana dan Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi
Pemkot Yogyakarta mengalokasikan dana yang cukup besar untuk mendukung kelangsungan program ini.
Beberapa perguruan tinggi juga memberikan potongan biaya kuliah untuk mendukung kelancaran program ini.






