Menpora Erick Thohir Ungkap Target Emas Indonesia di SEA Games 2025: Ambisi dan Realitas
Apa Kabar Magelang — Menpora Erick Thohir Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, kembali bicara soal ambisi Indonesia di SEA Games 2025 yang akan digelar di Thailand. Menurut Erick, target medali emas kontingen Merah-Putih masih dikaji secara matang agar realistis, seimbang antara optimisme federasi cabang olahraga dan prediksi Kemenpora.
1. Target Ranking: Pertahankan Peringkat Tiga
Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa salah satu target utama Indonesia adalah mempertahankan posisi peringkat tiga, seperti capaian di SEA Games 2023 di Kamboja.
Erick menyebutkan bahwa target ini bukan tanpa tantangan, karena banyak nomor unggulan Indonesia di SEA Games sebelumnya tidak akan dipertandingkan lagi tahun ini.
2. Proyeksi Medali Emas: 82–90 Emas
Menurut analisis Kemenpora, Indonesia perlu meraih antara 82 hingga 90 medali emas untuk bisa aman berada di peringkat tiga.
Angka ini muncul dari kajian tim review Kemenpora yang mempertimbangkan potensi di cabor-cabor yang dipertandingkan serta perubahan jumlah nomor dibanding SEA Games sebelumnya.
Baca Juga: KPK Pamerkan 300 Miliar Hasil Rampasan dari Investasi Fiktif Taspen
3. Ambisi Federasi: 120 Emas
Meski target pemerintah (Kemenpora) berkisar di angka 82–90 emas, Menpora Erick Thohir mengungkap bahwa sejumlah cabang olahraga (cabor) justru memasang target lebih tinggi. Beberapa federasi meyakini bisa meraih 120 medali emas di SEA Games 2025.
Erick menyebut bahwa angka ini sangat ambisius, namun menilai keterbukaan federasi dalam menetapkan target adalah hal baik: “Tidak boleh ada dusta di antara kita,” katanya.
4. Evaluasi Cabang Olahraga & Anggaran
Untuk mengejar target ambisius, Erick berencana mengajak semua federasi cabang olahraga duduk bersama:
Melakukan pemetaan potensi medali per cabor
Menyusun strategi pengiriman atlet yang realistis
Menjamin penggunaan anggaran yang efisien dan efektif
Anggaran untuk SEA Games 2025 pun meningkat signifikan: dari anggaran awal menjadi lebih besar agar persiapan atlet lebih matang.
5. Realitas Tantangan: Banyak Nomor Unggulan Hilang
Ketiadaan nomor-nomor tersebut menyulitkan perhitungan dan membuka risiko bahwa target medali emas tidak tercapai jika tidak ada penyesuaian strategi.
6.Menpora Erick Thohir Sikap Transparan & Realistis Erick
Erick Thohir menekankan pentingnya transparansi dalam menetapkan target:
Ia mendorong federasi untuk menetapkan target yang terukur dan jujur, bukan sekadar optimisme berlebihan.
7. Peluang & Risiko
Peluang:
Dengan anggaran yang lebih besar dan persiapan matang, Indonesia punya modal untuk meningkatkan prestasi.
Jika federasi dapat memaksimalkan potensi tambahan 32 emas, target atas bisa lebih realistis.
Atlet muda dan cabor berkembang bisa menjadi sumber medali kejutan.
Risiko:
Terlebih, jika federasi menetapkan target terlalu tinggi tanpa dukungan penuh, bisa menimbulkan tekanan dan kegagalan moral.
Performa atlet di cabang unggulan harus konsisten agar proyeksi medali tidak meleset.
8. Menpora Erick Thohir Makna Strategis Target ini
Target tinggi mencerminkan keseriusan Indonesia dalam memperkuat prestasi olahraga regional.
Mendorong federasi bersatu untuk bekerja sama secara strategis, bukan sekadar mengejar medali sembarangan.
Menjadi tolak ukur seberapa efektif kebijakan Kemenpora dan dukungan anggaran terhadap pembinaan olahraga nasional.
