Anggota DPR Sentil Menpar: Kementerian Jangan Kayak Event Organizer
Apa Kabar Magelang — Anggota DPR Sentil Menpar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno kembali mendapat sorotan tajam dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait peran Kementerian Pariwisata yang dinilai lebih banyak fokus pada pengelolaan acara dan event, ketimbang pada pembangunan sektor pariwisata yang lebih fundamental. Kritikan ini muncul dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung pada Selasa (6/2), di mana beberapa anggota DPR menilai bahwa peran Kementerian Pariwisata saat ini lebih mirip dengan event organizer (EO) daripada pengurus sektor pariwisata yang lebih luas.
Kritik dari Anggota DPR
Kritik tersebut disampaikan oleh beberapa anggota DPR yang menilai bahwa selama ini Menparekraf terlalu banyak terlibat dalam penyelenggaraan acara-acara besar, seperti festival, konser, dan event internasional, yang sebenarnya dapat dilakukan oleh pihak swasta atau penyelenggara profesional. Mardani Ali Sera, anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menilai bahwa hal ini berisiko mengalihkan perhatian Kementerian dari tugas utama mereka dalam memajukan sektor pariwisata secara menyeluruh.
“Kementerian Pariwisata tidak boleh hanya menjadi event organizer, yang hanya sibuk dengan festival dan acara sesaat. Tugas utama Menparekraf adalah memajukan sektor pariwisata secara jangka panjang. Bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas destinasi, meningkatkan daya saing, dan memperbaiki infrastuktur yang masih banyak tertinggal,” ujar Mardani Ali Sera dalam rapat tersebut.
Mardani mengungkapkan bahwa kementerian seharusnya lebih fokus pada perencanaan strategis yang dapat mengubah sektor pariwisata Indonesia menjadi lebih berkelanjutan dan inklusif. Menurutnya, masih banyak aspek yang harus diperhatikan, mulai dari pengembangan destinasi pariwisata di luar Bali, peningkatan kapasitas SDM pariwisata, hingga penataan fasilitas yang ramah bagi wisatawan domestik dan mancanegara.
Baca Juga : Piala Asia Futsal 2026 Timnas Vietnam Diminta Waspadai Teror Indonesia Arena
Keberhasilan Event, Tantangan Sektor Pariwisata
Sandiaga Uno, dalam kesempatan tersebut, membela kebijakan dan program-program yang telah dijalankan oleh Kementerian Pariwisata, termasuk penggelaran berbagai event besar. Ia menekankan bahwa acara-acara yang diselenggarakan Kementerian merupakan bagian dari strategi untuk menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional.
Menparekraf juga mengungkapkan bahwa event-event besar seperti Waisak Festival, Tour de Singkarak, hingga ASEAN Tourism Forum memiliki dampak yang signifikan terhadap promosi pariwisata Indonesia dan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Namun, ia juga mengakui bahwa sektor pariwisata Indonesia menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga kualitas pelayanan yang masih perlu diperbaiki.
“Memang benar, kita tidak bisa hanya mengandalkan event-event besar. Tapi, event juga merupakan sarana penting untuk menarik perhatian dunia dan membuktikan bahwa Indonesia memiliki banyak potensi wisata yang luar biasa. Kami tetap berkomitmen untuk memperbaiki semua aspek sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga Uno.
Anggota DPR Sentil Menpar Tantangan yang Dihadapi Kementerian
Sektor pariwisata Indonesia memiliki banyak tantangan besar yang membutuhkan perhatian lebih. Sebagai negara yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan beragam budaya, Indonesia memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, tetapi pengelolaan sektor ini masih menghadapi banyak kekurangan. Beberapa tantangan besar yang dihadapi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif antara lain:
Pengembangan Infrastruktur: Banyak destinasi pariwisata di luar Bali yang masih kekurangan infrastruktur dasar seperti jalan yang baik, akomodasi yang memadai, dan akses transportasi yang mudah. Hal ini membuat wisatawan kesulitan untuk menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia.
Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM): Masih banyak tenaga kerja di sektor pariwisata yang belum terlatih dengan baik. Tenaga kerja yang kurang terampil dalam hal pelayanan dan pengelolaan destinasi pariwisata menjadi salah satu kendala dalam menarik wisatawan asing.
Promosi Destinasi di Luar Bali: Meskipun Bali menjadi destinasi utama pariwisata Indonesia, masih banyak destinasi potensial lainnya, seperti Sumatra, Sulawesi, dan Papua, yang belum mendapatkan promosi maksimal. Menyebarkan wisatawan ke seluruh Indonesia menjadi tantangan besar.
Keberlanjutan dan Konservasi: Sektor pariwisata yang berkembang pesat sering kali berisiko merusak lingkungan, sehingga dibutuhkan kebijakan yang lebih berkelanjutan untuk menjaga kelestarian alam dan budaya.
Harapan untuk Menparekraf
Sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno diharapkan dapat lebih fokus pada pembangunan jangka panjang sektor pariwisata Indonesia. Tugas besar Kementerian tidak hanya sekadar menggelar event-event besar, tetapi juga menciptakan program-program yang dapat memperkuat industri pariwisata secara menyeluruh, mulai dari pengembangan destinasi yang lebih merata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, hingga menciptakan inovasi di sektor ekonomi kreatif.
Para anggota DPR berharap bahwa kebijakan Kementerian Pariwisata bisa lebih terintegrasi dengan program pembangunan daerah dan sektor lain yang saling mendukung, seperti infrastruktur, pendidikan, dan perlindungan lingkungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah upaya untuk menarik investor asing untuk berinvestasi di sektor pariwisata Indonesia dan memastikan agar pariwisata tetap menjadi sektor yang ramah lingkungan dan inklusif.






